Kumpulan Cerita Dongeng Terbaru dan Terpopuler Lengkap Dengan Pesan Moral Bermanfaat


Kumpulan Cerita Dongeng - Assalamualaikum, Bunda, pada artikel ini Ngenelo akan membagikan kumpulan cerita dongeng paling populer dan tentunya mempunyai pesan moral yang bermanfaat untuk anak. Cerita dongeng biasanya diceritakan sebagai pengantar tidur untuk anak-anak yang bertujuan agar cerita dan pesan moral yang terkandung bisa bermanfaat untuk kehidupannya kelak.

Selain sebagai pengantar tidur, cerita dongeng juga sering digunakan sebagai tugas sekolah. Cerita yang kami rangkum di sini berasal dari berbagai sumber, dan langsung saja disimak kumpulan cerita dongeng di bawah ini:

Kumpulan Cerita Dongeng Terbaru dan Terpopuler, Lengkap dengan PESAN MORAL:

1. Dongeng: Singa dan Tikus

Pada suatu hari seekor Singa sedang tertidur dengan lelap di dalam hutan. Singa yang tampak gagah dan berani itu tidur dengan kepala yang bersandar pada telapak kakinya. Lalu tanpa sengaja seekor Tikus berjalan di dekat seekor Singa yang sedang tertidur pulas. Setelah berjalan beberapa langkah, sang Tikus baru menyadari bahwa dia sedang berada di hadapan Singa. Sang Tikus menjadi panik dan ketakutan, tanpa disengaja sang Tikus berlari di atas hidung sang Singa yang sedang tertidur. Sang Singa menjadi terbangun dan merasa sangat marah karena tidurnya terganggu oleh sang Tikus.

Sang Singa kemudian menangkap Tikus yang malang itu dengan cengkraman cakar yang sangat besar dan kuat. "Ampuni saya! Tolong lepaskan saya. Kalau kamu melepaskanku, suatu saat nanti saya akan membalas kebaikanmu." kata sang Tikus.

Mendengar perkataan dari Tikus itu, sang Singa menjadi tertawa dan merasa lucu karena seekor Tikus yang kecil akan membantunya. Namun karena kebaikan hati, sang Singa melepaskan Tikus kecil itu. Sang Tikus berterima kasih pada Singa dan kemudian berlari masuk ke dalam semak-semak.

Di hari berikutnya, ketika sang Singa mengintai mangsanya di dalam hutan, sang Singa terperangkap oleh jaring yang dipasang oleh pemburu. Karena tidak dapat membebaskan diri dari jeratan jaring tersebut, sang Singa mengaum dengan marah ke seluruh hutan. Saat itu sang Tikus yang sedang berjalan-jalan di hutan mendengar auman Singa malang tersebut. Dan sontak ia teringat akan kebaikan yang dilakukan Singa kemarin, si Tikus lalu berlari menuju ke arah Singa yang malang, dan kemudian ia menggigit jaring yang mejerat sang Singa sehingga Singa bisa lepas dari jeratan tersebut.

Pesan moral yang bisa kita ambil dari cerita dongeng Singa dan Tikus ini adalah: "Kebaikan hati pasti akan mendapatkan balasan yang baik."

2. Dongeng: Kakek Darmin Pandai Berhitung

Rumal adalah seekor rubah belang yang malas. Ia tinggal di sebuah desa bernama Desa Jingga. Setiap hari yang ia lakukan hanyalah tidur, tidur, dan tidur. Kalau ia merasa lapar, ia meminta makanan kepada teman-temannya. Kalau tak ada yang memberinya makan, maka Rumal akan mencuri makanan dari rumah-rumah penghuni desa. Suatu hari saat sedang mencuri makanan di rumah seekor sapi tua yang pelupa bernama nenek Asri, Boba sang Kuda Nil memergokinya.

"Aku akan laporkan ini kepada nenek Asri", kata Boba
"Silahkan saja. Nenek Asri tak akan percaya padamu", jawab Rumal dengan santai

Ternyata Rumal benar. Jangankan menghitung kue yang ia buat, nenek Asri pun lupa kalau ia sudah membuat kue. Rumal pun tertawa bahagia. Setelah itu ia tertidur pulas karena kekenyangan. "Suatu hari ia pasti akan ketahuan kalau suka mencuri," kata Boba geram.

Keesokan harinya di Desa Jingga kedatangan penghuni baru. Namanya kakek Darmin, seekor Beruang yang sudah lanjut usia. Kakek Darmin adalah seorang pembuat pasta terkenal. Pasta buatan kakek Darmin sangat nikmat dan tak ada yang bisa menandingi. Sejak hari pertama kakek Darmin datang ke Desa Jingga, Rumal sudah mengincar pasta-pasta kakek Darmin.

"Hmmm, aku sudah tidak sabar memakan pasta buatan kakek Darmin," gumam Rumal sambil mengintip di balik pohon. Ketika kakek Darmin sedang tertidur lelap, Rumal masuk menyelinap melalui jendela rumah kakek Darmin. Diambilnya kue-kue yang sudah dibuat kakek Darmin, dan di meja terlihat ada tiga piring pasta, namun Rumal hanya mengambil satu piring pasta saja. Setelah itu Rumal lalu pergi diam-diam lewat jendela.

Di hari berikutnya, Rumal kembali mengulangi aksi pencurian yang tidak baik itu. Kali ini kakek Darmin sedang pergi ke pasar setempat. "Wah, wah, tentu kakek Darmin tak pernah menghitung berapa banyak pasta yang sudah dibuatnya," gumam Rumal sambil tertawa.

Di saat sedang asyik mencuri pasta kakek Darmin, tiba-tiba kakek Darmin muncul dari balik pintu. "Siapa bilang?" hardiknya. "Kemarin aku sudah membuat 20 kue, ketika aku bangun yang tersisa tinggal 5 kue saja. Aku juga memasak pasta sebanyak tiga piring, yang tersisa tinggal dua piring.

Rumal gelagapan dan merasa gugup. Kakek Darmin selain pintar memasak, ia ternyata juga pintar berhitung. Rumal tak bisa mengelak lagi. Kakek Darmin sudah memergokinya mencuri makanan.

Kabar itu dengan cepat meyebar ke seluruh desa. Kini Rumal dijuluki sebagai, "Si Pencuri Makanan". Karena sifat buruknya itu, kini Rumal harus bekerja di rumak kakek Darmin membuat pasta sebanyak 1500 lembar perhari, tak boleh kurang. Karena kakek Darmin pasti menghitungnya.

Pesan moral yang bisa kita ambil dari cerita dongeng Singa dan Tikus ini adalah: "Mencuri adalah tindakan yang tidak baik. Selain bisa merugikan diri sendiri, juga bisa merugikan orang lain."

3. Dongeng: Ikan Mas Ajaib

Pada zaman dahulu kala di sebuah pulau terpencil bernama Hego, tinggal sepasang kakek dan nenek yang sangat miskin. Si kakek setiap hari hanya bekerja sebagai nelayan dengan mencari ikan di laut. Meski hampir setiap hari kakek menjala ikan, namun ikan yang dihasilkan hanya cukup untuk makan sehari-hari saja.

Suatu hari saat kakek sedang menjala ikan, tiba-tiba jalanya terasa sangat berat. Seperti ada ikan raksasa yang terperangkap di jala usang milik kakek. "Ah, pasti ikannya sangat besar," pikir si kakek. Dengan sekuat tenaga, kakek menarik jalanya. Namun ternyata tidak ada apapun kecuali seekor ikan kecil yang tersangkut di jalanya. Namun setelah diperhatikan, ikan kecil tersebut bukanlah ikan biasa, badannya berkilau seperti emas dan bisa berbicara layaknya manusia.

"Kakek, tolong lepaskan aku. Akan ku kabulkan semua permintaanmu!" kata si ikan emas.
Si kakek lalu berpikir sejenak, dan ia berkata, "Pergilah, aku tak ingin apa-apa darimu."

Si kakek lalu melepaskan ikan mas tersebut kembali ke laut. Setelah itu ia memutuskan pulang ke rumah tanpa membawa hasil. Sesampainya di rumah, nenek menanyakan hasil tangkapan si kakek.

"Tadi aku mendapatkan satu ekor ikan mas, dan itupun sudah kulepaskan kembali ke laut," kata kakek. "Aku yakin kalau ikan itu adalah ikan ajaib, karena dia bisa berbicara layaknya manusia. Katanya dia akan mengabulkan semua yang aku minta." lanjut kakek.
"Lalu apa yang kau minta?" ujar nenek.
"Tidak ada," balas si kakek.
"Oh, bodoh sekali dirimu! Setidaknya kau minta makanan untuk kita makan malam ini! Pergilah kembali ke laut, dan minta padanya," kata nenek.

Maka dengan segera, kakek beranjak menuju laut tempat ia menemukan ikan emas ajaib tadi. "Wahai ikan emas, datanglah kemari, kabulkan keinginanku!"

Tiba-tiba ikan emas ajaib muncul di permukaan laut. "Apa yang kau inginkan, kek?" kata ikan emas ajaib.
"Istriku marah padaku, berikan aku makanan untuk bisa kami santap malam ini," jawab kakek.
"Pulanglah, kek! Aku telah mengirimkan makanan yang banyak ke rumahmu," balas ikan mas ajaib. Maka pulanglah si kakek ke rumahnya. Setelah sampai rumah, tampaknya si nenek masih marah kepadanya. "Kita telah punya banyak makanan, tapi wastafel kita rusak, aku tak bisa mencuci piring. Pergilah kembali ke laut, dan minta kepada ikan mas ajaib wastafel baru yang bisa ku gunakan," kata nenek.

Dengan terpaksa si kakek kembali ke laut dan meminta kepada ikan mas ajaib,"Wahai ikan mas ajaib, datanglah kemari. Kabulkan keinginanku!"

Beberapa saat kemudian ikan mas ajaib muncul,"Apa lagi yang kau inginkan, kek?"
"Nenek menyuruhku untuk meminta kepadamu wastafel baru, wastafel kami sudah rusak." jawab kakek.
"Hmm baiklah, kau boleh memiliki wastafel baru juga" kata ikan mas ajaib mengabulkan permintaan si kakek.

Si kakek pun pulang kembali ke rumah. Belum sampai ia menginjak halaman, si nenek sudah menghadangnya, "Pergilah lagi! Mintalah pada ikan mas ajaib untuk membuatkan kita sebuah rumah baru yang mewah!" kata si nenek.

Dengan berat hati, kakek pun kembali ke laut dan meminta ikan mas mengabulkan permintaannya. Seperti biasanya, ikan mas mengabulkan permintaan si kakek. Lalu si kakek pulang ke rumah, dan mendapati rumahnya yang tadi jelek dan terlihat akan roboh telah berubah menjadi rumah besar yang mewah.

Namun tampaknya itu tak juga membuat si nenek berpuas hati, dan ia terus saja meminta sesuatu kepada ikan mas ajaib untuk memenuhi keinginannya. Sampai pada suatu hari, si nenek meminta kepada ikan mas untuk menjadikannya ratu lautan agar ia bisa memerintah semua ikan yang ada di laut. Tentu saja hal itu tidak bisa dikabulkan oleh ikan mas ajaib. Karena si nenek begitu serakah, tidak pernah merasa cukup dan bersyukur dengan apa yang ia miliki.

Karena keserakahan dan ketamakan si nenek, akhirnya ikan mas ajaib mengambil kembali semua yang telah ia berikan. Mulai dari makanan sampai rumah. Kini si kakek dan nenek kembali hidup seperti dulu. Tinggal di gubuk kecil dan harus berusaha keras untuk mencukupi kebutuhan.

Pesan moral yang bisa kita ambil dari kisah Ikan Mas Ajaib ini adalah: "Bersyukurlah dengan apa yang telah kamu miliki. Jangan pernah sedikitpun merasa sombong dan serakah".

Nah itu dia kumpulan cerita dongeng terpopuler lengkap dengan pesan moral yang bisa kami berikan. Semoga bisa memberikan manfaat untuk kehidupan kita semua. Akhir kata Ngenelo pamit. Wassalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh.

Iklan Atas Artikel

iklan tengah artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel