Kebakaran Hutan Melanda, Langit Diselimuti Kabut Asap: Apa Efek Kabut Asap Bagi Tubuh?


Efek Kabut Asap - Kabut asap adalah salah satu bencana yang pasti selalu ada ketika mendekati akhir tahun. Biasanya kabut asap muncul saat musim kemarau tiba, antara bulan April sampai bulan September. Kemunculan kabut asap sendiri biasanya dikarenakan karena kebakaran hutan dan polusi kendaraan bermotor.

Untuk kasus kabut asap yang timbul karena kebakaran hutan, paling banyak terjadi di pulau Sumatera dan Kalimantan. Kenapa? Karena di kedua pulau tersebut terbentang luas kebun-kebun sawit dan masih memiliki hutan yang sangat luas. Karenanya saat musim kemarau tiba, tanah dan dedaunan menjadi kering dan menyebabkan hutan terbakar. Namun selain itu kebakaran hutan bisa disebabkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Lalu apa efek kabut asap bagi kesehatan tubuh? Pada artikel kali ini ngeneloo akan membahas dan memberikan sedikit pengalaman pribadi dari admin yang pernah terkena efek dari kabut asap, salah satunya ISPA (Inspeksi Saluran Pernafasan Akut).

Menurut alodokter, kabut asap merupakan jenis polusi udara yang dihasilkan dari campuran gas dan partikel yang bereaksi dengan sinar matahari. Gas-gas tersebut adalah Karbon Dioksida (CO2), Karbon Monoksida (CO), Nitrogen Oksids (NO2), Sulfur Oksida (SO2), Senyawa Organik Volatil (VOC), dan Ozon. Sedangkan untuk partikelnya yang ada pada kabut asap adalah Asap, Debu, Pasir, dan Serbuk Sari.

Apa efek kabut asap bagi kesehatan tubuh kita?

1. Susah Bernafas dan Kerusakan Paru-paru

Tingginya konsentrasi asap yang ada di udara dapat menyebabkan kita kesulitan bernapas dan tentu saja dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru. Dampak ini bisa terjadi pada orang-orang yang sering melakukan aktifitas di luar rumah atau ruangan terbuka. Menurut penelitian, menghirup kabut asap dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kematian yang disebabkan oleh infeksi paru-paru terutama pada anak-anak yang daya tahan tubuhnya masih rendah.

2. Batuk-batuk dan Iritasi pada Tenggorokan

Jika seseorang terkena paparan asap, orang tersebut dapat mengalami batuk-batuk hingga iritasi pada tenggorokan. Pada umumnya keluhan ini berlangsung selama beberapa jam. Namun, efeknya bagi sistem pernapasan manusia bisa berlangsung lama meskipun gejalanya sudah hilang.

3. Mengganggu Peredaran Darah

Paparan kabut asap dapat menyebabkan sistem peredaran darah kita terganggu. Pasalnya, karbon monoksida (CO) yang terkandung dalam asap apabila dihirup terlalu banyak akan menyebabkan kadar kekentalan darah dan kadar protein meningkat. Hal ini akan menjad tanda perkembangan radang pembuluh darah atau anterosklerosis.

4. Bersifat Karsinogenik

Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan memiliki sifat karsinogenik yang dapat menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan tubuh kita. Hal ini bisa terjadi karena zat karsinogenik dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh dan dalam kondisi yang serius dapat memicu terjadinya kanker.

Adapun cara dan tips yang bisa kamu lakukan untuk mencegah dampak dari kabut asap adalah sebagai berikut:

1. Cara yang paling utama adalah selalu gunakan masker apabila bepergian ke luar rumah.
2. Minum air putih yang banyak sebagai benteng untuk membuang racun kabut asap yang ada di dalam tubuh.
3. Jaga kelembapan udara di dalam rumah. Caranya bisa menggunakan filter HEPA atau menggunakan humidifier. Alasannya adalah karena kelembapan dapat membantu mengendalikan alergen dan pemicu penyakit pernapasan lainnya.

Nah itulah efek dari kabut asap yang bisa terjadi pada manusia. Saat kebakaran hutan yang terjadi di Riau beberapa waktu yang lalu, admin terkena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) yang rasanya nggak karuan. Badan panas, tenggorokan sakit banget. Ya daripada sakit, lebih baik kita mencegahnya dengan menggunakan masker dan jangan keluar rumah bila tidak terlalu penting.

Source: https://www.alodokter.com/

Iklan Atas Artikel

iklan tengah artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel