Melihat Proses Kucing Buta Melahirkan, Anaknya Keluar Tiga!


Tepat pada hari ini, 08 Desember 2019, kucing saya melahirkan. Jadi ceritanya dia ngeden-ngeden gitu di atas tempat tidurnya, kata Ibuk yang lagi di dapur (kandang kucingnya dekat dapur) kucingnya mau buang air besar alias ngising, eh nggak taunya ada keluar kepala dari pantatnya. Karena Ibuk saya takut dan geli banget sama anak kucing, akhirnya saya yang lagi tidur pulas menikmati Minggu tenang, diteriakin untuk bangun. Dengan nyawa yang masih belum terkumpul, saya beranjak menuju dapur. Dengan sigap, saya pindahin kucingnya ke dalam kardus, agar supaya khusyuk dalam proses melahirkan.

Awalnya di jam 10 siang keluar 1 ekor anak kucing dengan warna putih belang kuning. Kemudian setelah ditunggu lama, sisanya nggak keluar juga. Padahal saya yakin di dalam perutnya masih ada yang gerak-gerak. Setelah nunggu lebih dari 5 jam, akhirnya anak kucing kedua lahir dengan warna putih polos. Nggak lama kemudian lahir anak kucing ketiga dengan warna sama, putih polos mirip dengan induknya.

Dari proses kelahiran anak kucing ini saya jadi dapat pelajaran, kalau kucing melahirkan nggak bisa langsung keluar sekaligus. Maksudnya selang beberapa menit gitu, lumayan lama juga saya nunggunya, udah kayak suami jagain istrinya melahirkan. Sempat panik karena ini pertama kalinya lihat kucing melahirkan.

Selain itu saja jadi tahu kalau kucing melahirkan lewat kemaluan seperti manusia, saya kira lewat anus. Dan juga setelah saya perhatikan, ari-ari anak kucingnya dimakan induknya gitu aja, gore abis. Kalau manusia kan ditanam tuh. Kucing mah santuy banget kayak makan daging. Namun kabarnya alasan kucing makan ari-ari atau plasenta anaknya buat memulihkan tenaga setelah proses melahirkan, karena pada ari-ari atau plasenta kaya akan nutrisi yang juga bagus buat memproduksi air susu.

Setelah anak kucing lahir, saya nggak berani ngasih nama. Kata Ibuk nanti kucingnya sakit-sakitan dan mati seperti anak kucing sebelumnya yang saya adopsi dari jalanan.

Awal Bertemu Dengan Induk Kucing

Kucing yang melahirkan ini adalah kucing kesekian yang saya adopsi. Saya temukan di jalanan dekat rumah dengan kondisi mata buta dan badan penuh luka. Akhirnya saya bawa pulang dan saya kasih makan dryfood Universal Kitten. Lahap banget dia makannya. Karena kondisinya buta, si putih (namanya putih, karena bulunya putih) saya kurung karena takut kelindes mobil atau di-bully sama kucing lain, tapi sesekali saya ajak main di luar biar nggak kuper-kuper amat.

Tapi udah saya kurung di rumah, masih ada aja kucing jantan ganjen yang masuk ke rumah lewat genteng. Di sinilah awal si putih bisa hamil. Padahal saya nggak berharap dia hamil dan melahirkan karena melihat kondisinya yang nggak memungkinkan. Kasihan euy.

Yang bikin kasihan itu dia nggak bisa lihat anaknya sendiri. Sedih kalau dibayangin. Tapi sampai saat ini dia masih telaten ngasih susu dan jilat-jilat anaknya.

Buat si putih, kalau kamu bisa baca ini, semoga bisa jadi induk yang baik buat si kitten-kitten. Kamu luar biasa banget dengan kondisi yang seperti itu masih bisa melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan bidan dan perhatian dari jantan yang menghamilimu. Tetap kuat dan sehat. Oiya, saat ini di rumah udah ada dua induk kucing dan lima anak kucing. Semuanya saya adopsi dari jalanan.

Iklan Atas Artikel

iklan tengah artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel