7 tingkatan orang yang qiyamul lail, nasehat ibnul jauzy




 Seorang Ulama kondang imam ibnul jauzy pernah berkata bahwasanya dalam permasalahan qiyamul lail para ulama salaf membagi menjadi 7 tingkatan, dimualai dari yang paling utama sampai yang paling  rendah derajatnya.

Berkata Ibnul Jauzi رحمه الله, “Ketahuilah dalam permasalahan qiyamul lail para salaf terbagi menjadi 7 tingkatan:

Pertama, mereka yang menghidupkan satu malam penuh. Sampai-sampai wudhu shalat subuh mereka adalah wudhu shalat isya-nya (wudhu shalat isya tidak batal hingga subuh). Banyak kita dapati kisah-kisah dari para salaf yang mereka menghidupkan malam mereka dengan cara ber qiyamul lail. mereka menjalankan sunnah nabi muhammad ini semalam suntuk lamanya, yang bahkan ada suatu riwayat yang mengatakan bahwa ada salaf yang mereka melaksanakan solat subuh dengan air wudhu solat isya di malam hari sebelumnya. jadi dia memiliki air wudhu yang tidak batal semalaman suntuk.

Kedua, mereka yang shalat setengah malam.
 Ada diantara para salaf yang mereka mengerjakan solat malam ini setengah malam, dia membagi waktu malamnya menjadi 2 yakni setengah malam yang pertama dia gunakan untuk tidur dan setengah malam yang kedua dia gunakan untuk qiyamul lail.

Ketiga, mereka yang shalat sepertiga malam saja. Nabi ﷺ bersabda,

أَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ، كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا، وَأَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ، كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ
 وَيَنَامُ سُدُسَهُ

“Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Dawud. Ia berpuasa di satu hari dan berbuka (tidak puasa) di hari lainnya. Dan shalat yang paling dicintai Allah adalah shalatnya Dawud. Ia tidur di setengah malam kemudian shalat di sepertiga malam. Setelah itu ia tidur lagi di sisa seperenamnya.” (HR. Bukhari).

Keempat, mereka yang shalat di seperenam malam atau seperlima malam.

Kelima, mereka yang tidak menentukan waktu tertentu. Mereka shalat hingga datang rasa kantuk, kemudian mereka tidur. Saat kembali terjaga, mereka melaksanakan shalat kembali.

Keenam, sekelompok orang yang shalat malam dengan empat rakaat atau dua rakaat saja.

Ketujuh, sekelompok orang yang menghidupkan waktu antara maghrib dan isya malam dan beribadah di waktu sahur. Nabi ﷺ bersabda,

إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ فِيهَا خَيْرًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ، وَذَلِكَ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ
“Sesungguhnya di malam hari ada satu waktu yang jika seorang muslim bertepatan waktu itu dalam keadaan meminta kepada Allah kebaikan tentang perkara dunia maupun akhirat, kecuali Allah akan berikan kepadanya. Hal itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim).

Iklan Atas Artikel

iklan tengah artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel