Viral Video Perempuan Dihajar Gegara Rebutan Pacar di Pekalongan


Video seorang perempuan dihajar sesama perempuan lainnya karena diduga merebut pacarnya viral di media sosial. Polisi pun turun tangan.
Video berdurasi 45 detik itu diunggah akun Instagram @PekalonganInfo. Dalam video itu tampak ada empat perempuan yang diduga ABG.

Kemudian salah seorang seorang perempuan berbaju pink dipukuli perempuan lain berkaos garis-garis lengan panjang. Perempuan berbaju pink sampai menangis minta ampun karena dipukuli.

Saat berdiri, perempuan berbaju pink juga dipukuli teman perempuan yang memakai kaos garis-garis. Pantauan detikcom, Selasa (5/5/2020), pukul 14.46 WIB video itu telah ditonton 59.644 netizen.

"Ampun... ampun, Mbak. Aduh...aduh ..aduh...," kata korban yang tengah dianiaya pelaku seperti dikutip dari video tersebut.

Sampai terjatuh pun, korban terus dipukuli. Dalam posisi terlentang korban ditindih dan dipukuli wajahnya.

"Aduh...aduh, ampun, Mbak...," kata korban sembari menangis minta ampun ke pelaku.

Jeritan korban kesakitan, tidak membuat pelaku berhenti melakukan penganiayaan malah kian menjadi. Pelaku berdiri kemudian menarik korban untuk ikut berdiri, beberapa kali korban nampak ditampar.

"Tangi! Tangi! Pak ngakali wong lanang meneh ura? (Bangun, bangun, mau memperdayai seorang laki-laki lagi tidak?)," kata pelaku sembari menampar korbannya.

Tidak menunggu lama, teman lainnya yang menggunakan kaos warna putih bergaris, yang semula diam tiba-tiba menampar dari arah belakang korban. Video tersebut diberi tagar perundungan dan diberi keterangan soal dugaan merebut pacar orang.

'Seorang wanita di hajar, diduga gara-gara merebut lelaki atau pacar dari cewe yang menghajar tersebut. Lokasi Di Daerah Bantaran Klego, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan,' tulis akun tersebut.

Dimintai konfirmasi, Kapolsek Pekalongan Timur Kompol Djunaidi mengatakan pihaknya sedang menyelidiki kasus ini. Sampai saat ini belum ada laporan yang diterima polisi.

"Belum ada laporan dari korban. Kita bersama anggota dan Bhabinkamtibmas masih di lapangan," terang Djunaidi.

Djunaidi menyebut pihaknya sudah menemukan identitas korban. Pihaknya masih berupaya mengkonfirmasi terkait peristiwa tersebut.

"Ini bhabin, lurah ada di kelurahan sama korban, masih dikonfirmasi," ujarnya.